
Tahun ini saya benar-benar sendiri. Sebenarnya sepi sudah terasa dari kemarin. Sepulang dari Bangkok bersama teman-teman dengan ransel yang saya gendong dan tentengan sebuah kompor listrik di tangan kanan rasa sunyi makin menyergap. Seperti biasa saya tetap tertawa. Tertawa dan termenung kenapa akhirnya saya bisa begitu jauh dari rumah, kenapa begitu lelah setelah menghabiskan waktu dengan aktivitas yang tiada henti saya lakukan untuk membunuh rindu, dan juga tertawa untuk berusaha menjawab pertanyaan yang berkecamuk ada apa dengan perasaan saya yang semakin biasa-biasa saja ]tapi memang ini yang saya harapkan[
Hampir tengah malam saya menerima pesan pendek dari seorang kawan lama. Jawaban singkat yang saya kirimkan balik, selanjutnya dunia maya tetap menjadi sahabat saya hingga saat ini saya mengetik postingan di tanggal 19. Mata ini seperti tak mau terpejam. Tapi saya sangat tahu kemampuan fisik saya, bagaimanapun caranya saya harus tidur. Sudah pagi, tapi tak apalah sejenak mengistirahatkan tubuh dan pikiran.
Stok indomie yang saya bawa beberapa hari yang lalu mengawali pagi ini. Beberapa pesan singkat lainnya yang masuk mampu membuat saya tersenyum. Bahagia sekali rasanya mereka masih selalu mengingat hari ini. Tanpa diduga ponsel berbunyi, tadinya saya pikir lebih baik tidak usah diterima karena pulsa yang makin menipis. Tapi ternyata keingintahuan saya siapa yang menelfon begitu besar, akhirnya diseberang sana terdengar suara berkharisma ayah saya. Ucapannya yang diberikan tahun ini begitu berbeda, mungkin karena sekarang saya jauh dan tentunya dengan fasilitas komunikasi yang sangat terbatas ]dibatasi pulsa maksudnya ha ha ha[ diakhir doanya beliau bilang: “mudah-mudahan deket jodohnya yaa..” ha ha ha saya tertawa dan cepat-cepat mengamini takut keburu ga manjur ha ha ha. Huh betapa merindunya saya dengan kalian.
Di siang yang begitu panas akhirnya saya menuju pasar tradisional yang tidak begitu jauh dari tempat tinggal saya sekarang untuk menemui seorang teman. Dengan penuh semangat saya kayuh sepeda dan nyaris tersasar karena belum begitu hafal dengan rute jalan didukung mapping saya yang amat sangat buruk dari jaman dahulu kala.. :p. ]Weh kamu enak mbak ntar malem kamu chatting sama bojomu, lah aku sama siapa?? Sepi sepi, dunia ko sempit ya. Apalagi dunia Petra dan dunia si pemabuk muntah darah.. ha ha ha[
Happy Birthday Dear :)
Saturday, July 19, 2008
-19 juLi 2008-
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment